Beranda Pusat Tanda Bahaya Ibu & Bayi Seluruh Materi Edukasi Perawatan Bayi Baru Lahir ASI Eksklusif & Menyusui Kalkulator Nifas & Kalender KF/KN Kuis Evaluasi Pemahaman Kontak & Lokasi RSUD dr. Slamet Tampilkan QR Code Onboarding
Tanda Bahaya Bayi Baru Lahir Segera ke IGD RS 3 menit membaca

Bayi Tidak Mau Menyusu, Lemas, dan Sulit Dibangunkan

Tervalidasi Tim Medis RSUD dr. Slamet Pemeriksa: dr. Rina Kartika, Sp.A (Reviewer Kesehatan Anak) • Diperbarui: 07 November 2026
Dibaca 324 kali
Bayi yang menolak menyusu sama sekali, daya hisap sangat lemah, atau tampak lunglai dan sangat sulit dibangunkan dapat mengalami infeksi berat (sepsis).
PERINGATAN GAWAT DARURAT: SEGERA KE IGD!

Jika Anda mendapati tanda ini, jangan menunggu atau mencari pengobatan mandiri. Bawa pasien segera ke IGD RSUD dr. Slamet Garut atau hubungi kontak darurat berikut:

Hubungi IGD: (0262) 232720

Mengapa Bayi Menolak Menyusu Harus Diwaspadai?

Bayi baru lahir secara alami memiliki refleks hisap kuat dan menyusu setiap 2–3 jam. Jika bayi yang sebelumnya mau menyusu tiba-tiba menolak minum, hisapannya sangat lemah, atau tidak bangun sama sekali untuk menyusu selama lebih dari 4 jam, kondisi ini dapat menjadi tanda infeksi sistemik (sepsis neonatorum) atau penurunan gula darah (hipoglikemia).

Tanda Bahaya:

  • Bayi menolak menyusu pada 2–3 kali jadwal menyusu berturut-turut.
  • Daya hisap sangat lemah, hanya mengulum puting tanpa menelan.
  • Bayi lunglai (letargis), tonus otot lemah seperti boneka kain saat diangkat.
  • Tangisan bayi sangat lemah, merintih, atau bayi tidak menangis sama sekali.
  • Bayi sulit dibangunkan meskipun sudah dirangsang telapak kakinya.

Langkah Penyelamatan:

  1. SEGERA BAWA KE IGD RSUD DR. SLAMET GARUT. Jangan menunggu sampai bayi terlihat makin pucat atau dingin.
  2. Dekap bayi di dada ibu dengan kontak kulit ke kulit (skin-to-skin) dan tutupi selimut hangat selama dalam perjalanan untuk menjaga suhu tubuh dan kestabilan gula darah.
Gejala Kritis yang Harus Dipantau:

Bayi menolak menyusu >2 kali jadwal, hisapan lemah, lunglai/letargis, tangisan lirih/merintih, sulit dibangunkan.

Tindakan Cepat yang Harus Dilakukan:

Segera ke IGD RSUD dr. Slamet Garut. Jaga kehangatan bayi dengan kontak kulit ke kulit (metode kanguru) selama perjalanan.

Sumber Referensi Resmi & Panduan Klinis:

IDAI - Panduan Tata Laksana Sepsis Neonatorum; Buku KIA Kemenkes RI edisi 2023; Pedoman MTBS Kemkes.

Aksi & Bantuan

Kalkulator Usia Nifas
Kontak Darurat

RSUD dr. Slamet Kabupaten Garut

Jangan ragu menghubungi fasilitas kesehatan jika timbul keraguan terkait kondisi kesehatan ibu dan buah hati.

Mode Offline: Anda sedang mengakses materi nifas yang telah tersimpan di perangkat ini. Hubungi IGD jika terdapat kegawatdaruratan!