Bayi Tidak Mau Menyusu, Lemas, dan Sulit Dibangunkan
Jika Anda mendapati tanda ini, jangan menunggu atau mencari pengobatan mandiri. Bawa pasien segera ke IGD RSUD dr. Slamet Garut atau hubungi kontak darurat berikut:
Hubungi IGD: (0262) 232720Mengapa Bayi Menolak Menyusu Harus Diwaspadai?
Bayi baru lahir secara alami memiliki refleks hisap kuat dan menyusu setiap 2–3 jam. Jika bayi yang sebelumnya mau menyusu tiba-tiba menolak minum, hisapannya sangat lemah, atau tidak bangun sama sekali untuk menyusu selama lebih dari 4 jam, kondisi ini dapat menjadi tanda infeksi sistemik (sepsis neonatorum) atau penurunan gula darah (hipoglikemia).
Tanda Bahaya:
- Bayi menolak menyusu pada 2–3 kali jadwal menyusu berturut-turut.
- Daya hisap sangat lemah, hanya mengulum puting tanpa menelan.
- Bayi lunglai (letargis), tonus otot lemah seperti boneka kain saat diangkat.
- Tangisan bayi sangat lemah, merintih, atau bayi tidak menangis sama sekali.
- Bayi sulit dibangunkan meskipun sudah dirangsang telapak kakinya.
Langkah Penyelamatan:
- SEGERA BAWA KE IGD RSUD DR. SLAMET GARUT. Jangan menunggu sampai bayi terlihat makin pucat atau dingin.
- Dekap bayi di dada ibu dengan kontak kulit ke kulit (skin-to-skin) dan tutupi selimut hangat selama dalam perjalanan untuk menjaga suhu tubuh dan kestabilan gula darah.
Bayi menolak menyusu >2 kali jadwal, hisapan lemah, lunglai/letargis, tangisan lirih/merintih, sulit dibangunkan.
Segera ke IGD RSUD dr. Slamet Garut. Jaga kehangatan bayi dengan kontak kulit ke kulit (metode kanguru) selama perjalanan.
IDAI - Panduan Tata Laksana Sepsis Neonatorum; Buku KIA Kemenkes RI edisi 2023; Pedoman MTBS Kemkes.
Aksi & Bantuan
Kalkulator Usia NifasMateri Terkait Lainnya
RSUD dr. Slamet Kabupaten Garut
Jangan ragu menghubungi fasilitas kesehatan jika timbul keraguan terkait kondisi kesehatan ibu dan buah hati.