Beranda Pusat Tanda Bahaya Ibu & Bayi Seluruh Materi Edukasi Perawatan Bayi Baru Lahir ASI Eksklusif & Menyusui Kalkulator Nifas & Kalender KF/KN Kuis Evaluasi Pemahaman Kontak & Lokasi RSUD dr. Slamet Tampilkan QR Code Onboarding
Tanda Bahaya Bayi Baru Lahir Segera ke IGD RS 3 menit membaca

Napas Cepat, Sesak, dan Tarikan Dinding Dada pada Bayi Baru Lahir

Tervalidasi Tim Medis RSUD dr. Slamet Pemeriksa: dr. Rina Kartika, Sp.A (Reviewer Kesehatan Anak) • Diperbarui: 07 November 2026
Dibaca 416 kali
Frekuensi napas lebih dari 60 kali per menit, napas berbunyi merintih, atau dinding dada tertarik ke dalam saat menarik napas adalah tanda bahaya darurat paru-paru.
PERINGATAN GAWAT DARURAT: SEGERA KE IGD!

Jika Anda mendapati tanda ini, jangan menunggu atau mencari pengobatan mandiri. Bawa pasien segera ke IGD RSUD dr. Slamet Garut atau hubungi kontak darurat berikut:

Hubungi IGD: (0262) 232720

Bagaimana Menilai Pernapasan Bayi Baru Lahir?

Laju napas normal bayi baru lahir berkisar antara 40 hingga 60 kali per menit saat bayi sedang tenang (tidak sedang menangis). Bayi memiliki pola pernapasan periodik, namun apabila bayi bernapas sangat cepat terus-menerus atau tampak bersusah payah menghirup udara, itu adalah tanda bahaya serius.

Tanda Bahaya Gangguan Pernapasan:

  • Napas cepat: Terhitung lebih dari 60 kali per menit saat dihitung selama satu menit penuh dalam keadaan tenang.
  • Retraksi dada: Kulit di bawah tulang rusuk atau dada bagian bawah tampak tertarik dalam-dalam ke arah dalam setiap kali bayi menarik napas.
  • Cuping hidung kembang kempis saat bernapas.
  • Merintih (grunting): Bayi mengeluarkan suara 'eh.. eh..' lirih setiap kali menghembuskan napas.
  • Sianosis (kebiruan): Bibir, lidah, atau seluruh tubuh tampak membiru atau pucat keabu-abuan.

Tindakan yang Harus Dilakukan:

  1. BAWA SEGERA KE IGD RSUD DR. SLAMET GARUT (Darurat Neonatus).
  2. Pastikan hidung dan mulut bayi tidak tertutup kain atau selimut.
  3. Jaga jalan napas tetap terbuka dengan memposisikan kepala bayi sedikit menengadah (posisi mengendus/sniffing position), jangan terlalu menekuk atau terlalu mendongak.
  4. Jangan memberikan cairan apa pun lewat mulut saat bayi sedang sesak napas karena berisiko tersedak ke paru-paru.
Gejala Kritis yang Harus Dipantau:

Frekuensi napas >60 kali/menit, tarikan dinding dada ke dalam, suara merintih, cuping hidung kembang kempis, bibir/lidah membiru.

Tindakan Cepat yang Harus Dilakukan:

Segera bawa ke IGD Neonatus RSUD dr. Slamet Garut. Jaga jalan napas terbuka, jangan berikan minuman/susu saat bayi sesak.

Sumber Referensi Resmi & Panduan Klinis:

Buku Bagan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) Kemenkes RI; Standar Pelayanan Medis Kesehatan Anak IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia).

Aksi & Bantuan

Kalkulator Usia Nifas
Kontak Darurat

RSUD dr. Slamet Kabupaten Garut

Jangan ragu menghubungi fasilitas kesehatan jika timbul keraguan terkait kondisi kesehatan ibu dan buah hati.

Mode Offline: Anda sedang mengakses materi nifas yang telah tersimpan di perangkat ini. Hubungi IGD jika terdapat kegawatdaruratan!