Beranda Pusat Tanda Bahaya Ibu & Bayi Seluruh Materi Edukasi Perawatan Bayi Baru Lahir ASI Eksklusif & Menyusui Kalkulator Nifas & Kalender KF/KN Kuis Evaluasi Pemahaman Kontak & Lokasi RSUD dr. Slamet Tampilkan QR Code Onboarding
Tanda Bahaya Bayi Baru Lahir Segera Diperiksa Nakes 4 menit membaca

Mengenal Tanda Bayi Kuning Berbahaya (Ikterus Patologis)

Tervalidasi Tim Medis RSUD dr. Slamet Pemeriksa: dr. Rina Kartika, Sp.A (Reviewer Kesehatan Anak) • Diperbarui: 07 November 2026
Dibaca 269 kali
Kuning yang muncul dalam 24 jam pertama, menjalar hingga telapak tangan dan kaki, atau disertai tinja pucat adalah kondisi darurat penumpukan bilirubin.

Perbedaan Kuning Normal vs Kuning Berbahaya

Kuning fisiologis (normal) umumnya muncul pada hari ke-3 pascasalin dan menghilang bertahap dalam 10–14 hari saat bayi mendapat cukup ASI. Namun, jika kuning muncul terlalu dini atau menyebar luas, kadar bilirubin yang terlalu tinggi dapat masuk ke otak (kernikterus) dan menyebabkan kerusakan permanen.

Tanda Bahaya Kuning Patologis:

  • Kuning muncul dalam 24 jam pertama setelah bayi lahir.
  • Warna kuning meluas hingga ke dada, perut bagian bawah, paha, sampai telapak tangan dan telapak kaki bayi (Derajat Kramer IV-V).
  • Bagian putih bola mata (sklera) tampak kuning pekat.
  • Bayi tampak lemas, malas menyusu, atau sering mengantuk berat.
  • Tinja bayi berwarna pucat seperti dempul dan air kencing berwarna gelap kecokelatan.
  • Kuning menetap lebih dari 14 hari pada bayi cukup bulan.

Tindakan:

  1. Periksakan bayi ke dokter spesialis anak di Poliklinik atau IGD RSUD dr. Slamet untuk pemeriksaan kadar bilirubin darah.
  2. Jika dokter menyarankan fototerapi (terapi sinar biru), patuhi anjuran medis. Jangan hanya mengandalkan jemur matahari pagi karena sinar matahari tidak cukup efektif untuk menurunkan bilirubin tinggi dan dapat membakar kulit bayi.
  3. Tetap berikan ASI sesering mungkin (8–12 kali sehari) untuk membantu pengeluaran bilirubin melalui feses dan urin.
Gejala Kritis yang Harus Dipantau:

Kuning muncul <24 jam pertama, warna kuning sampai telapak tangan/kaki, mata kuning pekat, tinja pucat seperti dempul, lemas.

Tindakan Cepat yang Harus Dilakukan:

Segera bawa ke dokter anak / RSUD dr. Slamet untuk cek kadar bilirubin darah. Jangan tunda dan jangan hanya dijemur di matahari.

Sumber Referensi Resmi & Panduan Klinis:

IDAI (2019) Pedoman Tata Laksana Hiperbilirubinemia pada Neonatus; Pedoman Pelayanan Klinis Obstetri dan Neonatal RSUD dr. Slamet.

Aksi & Bantuan

Kalkulator Usia Nifas
Kontak Darurat

RSUD dr. Slamet Kabupaten Garut

Jangan ragu menghubungi fasilitas kesehatan jika timbul keraguan terkait kondisi kesehatan ibu dan buah hati.

Mode Offline: Anda sedang mengakses materi nifas yang telah tersimpan di perangkat ini. Hubungi IGD jika terdapat kegawatdaruratan!