Mengenal Tanda Bayi Kuning Berbahaya (Ikterus Patologis)
Perbedaan Kuning Normal vs Kuning Berbahaya
Kuning fisiologis (normal) umumnya muncul pada hari ke-3 pascasalin dan menghilang bertahap dalam 10–14 hari saat bayi mendapat cukup ASI. Namun, jika kuning muncul terlalu dini atau menyebar luas, kadar bilirubin yang terlalu tinggi dapat masuk ke otak (kernikterus) dan menyebabkan kerusakan permanen.
Tanda Bahaya Kuning Patologis:
- Kuning muncul dalam 24 jam pertama setelah bayi lahir.
- Warna kuning meluas hingga ke dada, perut bagian bawah, paha, sampai telapak tangan dan telapak kaki bayi (Derajat Kramer IV-V).
- Bagian putih bola mata (sklera) tampak kuning pekat.
- Bayi tampak lemas, malas menyusu, atau sering mengantuk berat.
- Tinja bayi berwarna pucat seperti dempul dan air kencing berwarna gelap kecokelatan.
- Kuning menetap lebih dari 14 hari pada bayi cukup bulan.
Tindakan:
- Periksakan bayi ke dokter spesialis anak di Poliklinik atau IGD RSUD dr. Slamet untuk pemeriksaan kadar bilirubin darah.
- Jika dokter menyarankan fototerapi (terapi sinar biru), patuhi anjuran medis. Jangan hanya mengandalkan jemur matahari pagi karena sinar matahari tidak cukup efektif untuk menurunkan bilirubin tinggi dan dapat membakar kulit bayi.
- Tetap berikan ASI sesering mungkin (8–12 kali sehari) untuk membantu pengeluaran bilirubin melalui feses dan urin.
Kuning muncul <24 jam pertama, warna kuning sampai telapak tangan/kaki, mata kuning pekat, tinja pucat seperti dempul, lemas.
Segera bawa ke dokter anak / RSUD dr. Slamet untuk cek kadar bilirubin darah. Jangan tunda dan jangan hanya dijemur di matahari.
IDAI (2019) Pedoman Tata Laksana Hiperbilirubinemia pada Neonatus; Pedoman Pelayanan Klinis Obstetri dan Neonatal RSUD dr. Slamet.
Aksi & Bantuan
Kalkulator Usia NifasMateri Terkait Lainnya
RSUD dr. Slamet Kabupaten Garut
Jangan ragu menghubungi fasilitas kesehatan jika timbul keraguan terkait kondisi kesehatan ibu dan buah hati.